Scroll to top

Tak Ada Jalan Instan untuk Sukses, Jadilah Sosok yang Bernilai
Tak Ada Jalan Instan untuk Sukses, Jadilah Sosok yang Bernilai #
User

Tak Ada Jalan Instan untuk Sukses, Jadilah Sosok yang Bernilai

Depok, btv.co.id - Untuk meraih kesuksesan tidak ada jalan yang instan, termasuk menjadi wartawan. Cobalah untuk tidak cuma menjadi orang yang sukses, tetapi berusahalah jadi orang yang bernilai, termasuk dalam menjalani profesi mulia sebagai wartawan. 


“Mari semangat membangun diri  menjadi wartawan yang berkualitas  dan mencerdaskan. Tentukan visi dan misi dalam hidup menjadi wartawan,” demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat Sharing Komunikasi dan Motivasi ketika menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik Peserta Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 Angkatan ke-2 Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara virtual, Selasa, 8 Juni 2021. Mantan wartawan di banyak media besar ini melakukannya dari Hotel Swiss-Belinn Balikpapan, Kalimantan Timur, milik pengusaha sukses Ventje Suardana. 

Baca Lainnya :


Dr Aqua berada di Balikpapan, Kalimantan Timur, karena mendapat undangan berbicara di hadapan puluhan notaris dan pengusaha pada acara yang dilaksanakan Kanwil Kemenkumham Kalimantan Timur, menyampaikan materi dengan tema “Peran Strategis dan Tugas Mulia Wartawan Pendidikan untuk Turut Serta Memajukan Kesejahteraan Masyarakat dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Pada kegiatan tersebut hadir Direktur GWPP Nurcholis MA Basyari serta beberapa wartawan senior yang menjadi mentor pada kegiatan tersebut. 


Pria gigih yang sangat rendah hati itu melanjutkan semuanya butuh proses termasuk untuk menjadi wartawan yang berkualitas. Terpenting mau terus-menerus belajar dan selalu menghargai semua orang. 


Dr Aqua yang telah menghasilkan buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim menyampaikan bahwa menjadi wartawan adalah kebahagiaan tersendiri. “Saya memiliki pengalaman menjadi wartawan di berbagai media seperti Suara Indonesia, Jawa Pos, dan juga Bisnis Indonesia serta beberapa media lainnya, merasakan benar bahwa jadi wartawan adalah kesempatan luas untuk belajar dari siapapun,” ungkap pria dengan jejaring pertemanan sangat luas tersebut. 


Bapak dua anak ini menambahkan sekarang jumlah wartawan mencapai puluhan ribu orang bahkan mungkin lebih. Dengan terplih mendapatkan beasiswa dari Program GWPP ini merupakan berkah tersendiri. 


“Bisa terpilih menjadi bagian dari hanya 15 orang dari sekian puluh ribu wartawan tentu harus disyukuri dan membuat kita semakin terpacu untuk meningkatkan kualitas diri kita,” ujar Staf Ahli Ketua KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini. 


Dr Aqua melanjutkan upaya meningkatkan kualitas diri adalah bagian dari usaha untuk menjadi sosok wartawan profesional. Untuk itu setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, tempalah diri menjadi wartawan berkualitas yakni dengan selalu meluangkan waktu untuk membaca buku. Termasuk buku apa saja. 


“Kedua, tentukan visi misi kita mau menjadi wartawan seperti apa. Niatkan sejak awal agar kita menjadikan profesi ini sebagai bagian untuk melakukan perbaikan. Banyak godaan yang akan menghadang kita tapi yang terpenting bagaimana kita bisa menjaga marwah profesi ini,” kata Dr Aqua menegaskan. 


Aspek ketiga, lanjut penulis buku super best seller "The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi" ini adalah optimalkan waktu untuk selalu sharing dan diskusi dengan para wartawan senior. 


“Dengan belajar dari pengalaman para wartawan yang lebih dulu berkiprah kita akan bisa memetik wawasan dan pandangan sehingga kita dapat lebih membuka perspektif berpikir kita,” ucap Dr Aqua. 


Memajukan Pendidikan

Sementara, Nurcholis MA Basyari yang juga Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat menjelaskan gerakan ini adalah salah satu misi untuk memajukan pendidikan demi cita-cita mencerdaskan segenap bangsa, sekaligus merupakan tugas wartawan sebagai penyambung lidah rakyat. 


“Kita (wartawan) termasuk profesi langka yang dilindungi undang-undang. Ini karena pekerjaan kita mewakili masyarakat. Ini adalah undang-undang yang tidak memiliki turunan, untuk menciptakan kemerdekaan pers,” kata Nurcholis. 


Ia mengajak semua orang untuk ikut terlibat dalam gerakan kebaikan, terutama dalam bidang pendidikan. “Kami meyakini pendidikan adalah salah satu tolak ukur kemajuan bangsa. Dan kita memiliki tugas melalui tulisan-tulisan kita untuk memajukan pendidikan,” ujarnya.

TAGS:

Write a Facebook Comment

Leave a Comments