Scroll to top

2021 Animo Berinvestasi Masyarakat Mulai Pulih, Seiring Peningkatan Jumlah Investor
User

2021 Animo Berinvestasi Masyarakat Mulai Pulih, Seiring Peningkatan Jumlah Investor

btv.co.id - Balikpapan, Di masa Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia tahun 2021, nampaknya tidak mengurangi animo masyarakat dalam melakukan investasi. Termasuk dalam produk di pasar modal, seperti investasi saham, obligasi maupun reksadana dan derivatif yang merupakan turunan di pasar modal berupa perdagangan kontrak.

Hal itu berdasarkan Pertumbuhan Investor di Kalimantan Timur mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga Agustus 2021 ini. Tercatat data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kaltim

Jumlah Sub Rekening Efek (SRE) per Agustus 2021 sebanyak 58.818 mengalami peningkatan jumlah dibandingan tahun 2020 lalu 33.998 SRE. Hal serupa juga terjadi pada Single Investor Identification (SID) yang melakukan investasi tahun ini sebanyak 46.987 dibandingan tahun lalu hanya 27.293.

Baca Lainnya :

Sehingga data tersebut menunjukan peningkatan investor naik 65 persen. 

Adapun faktor yang didukung dari animo investor dapat dipicu beberapa hal, seperti dari kondisi pemulihan ekonomi domestik dimasa pandemi covid-19 tumbuh diangka 7,07 year on year. Dimana fokus pemerintah pada peningkatan daya beli dan peningkatan konsumsi masyarakat serta pengeluaran fiskal yang sehat, ujar Aldila Bandaro- Trainer BEI KP Kalimantan Timur dalam Workshop Wartawan Daerah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) KP Kalimantan Timur pada Senin (27/ 09/ 2021).

Sedangkan untuk Kepemilikan saham Investor Domestik per Agustus 2021 mendominasi 54 atau lebih tinggi dari Investor Asing. Perdagangan harian 74 persen dilakukan investor domestik. Asal Kalimantan Timur datanya cukup positif kata Aldila.

Dengan demikian diprediksi pasar modal akan berangsur pulih dan membaik seiring dengan relaksasi kebijakan baik bagi investor maupun emiten.

Sementara itu kurun waktu Januari hingha September 2021 tercatat ada 39 emiten telah melakukan listing di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan tersebut tercatat di BEI harus melalui lima tahapan. Diantaranya preparasi (persiapan). Dimana Calon emiten akan menghubungi penjamin emisi (pihak yang wajib mendampingi Emiten) untuk go public. 

Termasuk fasilitasi pertemuan dengan regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI); Kedua, evaluasi perusahaan, Ketiga, masuk fase Book Building atau ditawarkan ke investor lain; Keempat, setelah fase Book Building rampung barulah terjadi IPO atau Penawaran Saham Perdana.

Corporate Secretary PT Surya Biru Murni Acetylene, Tbk Cintia Kasmiranti- mengatakan dana selama proses IPO akan dimanfaatkan untuk ekspansi bisnis. SBMA sendiri berencana mengembangkan bisnis di kawasan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Dengan fokus membangun pabrik dan menambah produksi liquid. Pasalnya SBMA adalah perusahaan penyedia liquid oksigen dan liquid nitrogen.(del)


Write a Facebook Comment

Leave a Comments