Scroll to top

Ajak Santri Ikut Berperan dalam Pengawasan Layanan Publik PLN
User

Ajak Santri Ikut Berperan dalam Pengawasan Layanan Publik PLN

PPU, PLN UIW Kaltimra berpartisipasi dalam diskusi publik bertajuk “Peran Pondok Pesantren dalam Pengawasan Pelayanan Publik Sektor Kelistrikan Menyongsong Ibukota Negara” bersama dengan Ombudsman RI, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dan tokoh-tokoh setempat, pada Kamis(24/03). Disini, PLN mengungkap kesiapan dalam mensupport pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN)

Hadir sebagai salah satu narasumber, anggota Ombudsman Republik Indonesia Hery Susanto mengatakan bahwa sebagai pelayan publik, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan layanan PLN perlu untuk dilakukan. Dari sisi pendekatan teknologi dan digitalisasi, Heri juga mengapresiasi transformasi yang diusung oleh PLN dan lahirnya inovasi-inovasi yang memudahkan publik dalam mengakses layanan PLN. Terlebih, Kalimantan Timur telah didaulat sebagai IKN dimana diperlukan peran aktif PLN dalam suplai ketenagalistrikan untuk kebutuhan IKN.

Baca Lainnya :

"Ombudsman siap bersinergi dan mengawasi semua layanan publik yang terlibat dalam tahapan pembagunan ibu kota baru, PLN salah satunya. Saya mengapresiasi langkah konkrit yang telah ditempuh PLN atas kesiapannya menyokong pembangunan IKN”, kata Heri.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto menyatakan bahwa pihaknya memberikan support penuh terhadap infrastruktur kelistrikan guna menunjang pembangunan IKN.

“Kami siap bergerak cepat dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan IKN. Kami sudah siap dengan perlatan pendukung kami diantaranya dengan menyediakan GI Mobile juga membangun penyulang-penyulang baru demi listrik yang andal untuk kelancaran masa pra konstruksi IKN”, terang Saleh 

Lebih lanjut, dijelaskan oleh Saleh bahwa PLN telah menyusun roadmap dan grand desain untuk menyalurkan listrik dengan konsep Smart, Green and Beautiful untuk melistriki IKN Nusantara

“Kami siapkan desain Zero Down Time (ZDT), Distribution Automation System (DAS), Smart Grid. Kelistrikan di IKN nantinya akan menggunakan energy baru terbarukan, sehingga akan tercipta kawasan yang zero emission”, lanjut dia.

Kawasan IKN nantinya akan disuplai oleh Sistem Kelistrikan Interkoneksi Mahakam dengan daya mampu     911 MW dengan beban puncak    501 MW. Artinya PLN memiliki daya yang melimpah untuk melistriki IKN.

Dengan surplus kelistrikan yang ada pada Sistem Interkoneksi Kalimantan, Saleh mengaku sangat optimis dapat melayani pelanggan pelanggan baru, baik rumah tangga, bisnis, industri, untuk menghidupkan geliat Ibukota Negara Nusantara. 

“Tentunya dalam proyek melistriki Ibukota Negara Nusantara, kami juga membutuhkan sinergi dan support baik berbagai pihak dan stakeholders demi kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Semoga sinergi yang sudah terjalin dengan baik ini bisa terus diperkuat demi listrik yang berkeadilan bagi masyarakat”, terang Saleh.

Masih dalam gelaran diskusi publik tersebut, Heri secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat, dalam hal ini terutama para santri pondok pesantren agar dapat ikut berperan serta dalam pengawasan pelayanan publik khususnya pada sektor kelistrikan. 

Menurut Heri, pihak pesantren harus memiliki peran aktif dalam menyampaikan baik keluhan maupun apresiasi pada pihak PLN yang sudah memberikan layanan kelistrikan yang menunjang kegiatan operasional pesantren.

Menanggapi hal tersebut, Saleh Siswanto, selaku General Manager PLN UIW Kaltimra pun menyambut baik. Menurut dia, PLN sangat terbuka dalam menerima keluhan maupun pengaduan pelanggan.

“Kami sangat terbuka melayani keluhan pelanggan via call center PLN 123 atau bisa juga lewat aplikasi PLN Mobile, dapat juga mendatangi kantor PLN secara langsung. Apabila ada gangguan disisi pelanggan, petugas siap 24 jam untuk melayani”, tutup Saleh. (rilis)

TAGS:

Write a Facebook Comment

Leave a Comments