BALIKPAPAN – Arus pendatang ke Kota Balikpapan perlahan meningkat sejak pengumuman pemindahan ibu kota Negara di PPU-Kukar. Mengamati kondisi tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan mengkhawatirkan ketersedian lapangan kerja.

Arus pendatang ke Kota Balikpapan terus mengalir sejak penetapan Kukar dan PPU sebagai Ibu Kota Negara baru.

Baca juga : Palapa Ring Timur Beroperasi

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kota Balikpapan mengumukakan, pada Juli 2019 lalu arus pendatang ke Kota Balikpapan mencapai 2.844 jiwa. Sedangkan memasuki Oktober ini, jumlah pendatang mencapai 1.800 jiwa.

Padahal sebelumnya, Kota Balikpapan mengalami pertambahan penduduk rata-rata antara 600 hingga 800 jiwa per bulan.

Baca juga : Pembatalan Penarikan Minyak Curah

Sekretaris Disdukcapil Kota Balikpapan, Andriawan Nugraha mengungkapkan, sebagian besar pendatang akhir-akhir ini masih berasal dari wilayah di Kaltim. Meski adapula dari pulau Jawa, namun jumlahnya tak terlalu signifikan, atau sekitar puluhan.

Mengamati kondisi tersebut, Andriawan mengkhawatirkan munculnya masalah sosial di antaranya ketersediaan lapangan kerja.(rz/btv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here