Berakhirnya siaga darurat Karhutla di Kabupaten Paser, tak membuat kasus kebakaran lahan lantas berakhir.

PASER – Berakhirnya siaga darurat Karhutla di Kabupaten Paser, tak membuat kasus kebakaran lahan lantas berakhir. Hingga kini luasan lahan terbakar pasca siaga darurat, mencapai 34,25 hektar.

Baca juga : Korupsi Dana Hibah Pilwali Rugikan Negara Rp1,3 M

Kasus kebakaran hutan dan lahan pasca masa siaga darurat 90 hari berakhir, yang dimulai pada Juli hingga September 2019 lalu, di Kabupaten Paser, masih terjadi.

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Paser, karhutla masih menyusul pasca berakhirnya siaga darurat karhutla, dengan 9 kasus. Diantaranya 7 kasus terjadi di tanah grogot, 1 kasus di Paser Belengkong, dan 1 kasus di Kuaro, sejak 10 hingga 22 Oktober 2019, seluas 34,25 hektare.

Baca juga : Pencuri Motor Jemaah Islamic Center Terungkap

Menurut kepala pelaksana BPBD Kabupaten Paser, Edward Effendi, karhutla terluas pasca berakhirnya siaga darurat, terjadi pada 12 Oktober 2019 di Desa Rantau Panjang, Tanah Grogot. Saat itu total luas lahan terbakar mencapai 17 hektare, hingga menyentuh permukiman warga.

BPBD Paser mengaku, terus menanggulangi karhutla meski unit damkar terbatas. Terutama pihaknya ingin menekankan kesadaran masyarakat, untuk tidak dengan sengaja membakar lahan. (bs/btv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here