Kasus karhutla sampai menjerat petani

PASER – Kebakaran hutan dan lahan yang trejadi dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian khusus kepolisian resor paser. Setelah menjerat tiga tersangka dari dua kasus karhutla, polres paser mengingatkan agar tidak ada lagi pembakaran lahan meski dengan maksud membuka lading.

Polres paser tidak ingin ada lagi pembakaran lahan sehingga memicu kebakaran hutan dan lahan, meski ditujukan untuk bercocok tanam. Polisi telah menjerat 3 tersangka dari dua kasus karhutla yang terjadi di wilayah Paser.

Baca juga : Kecam Tindak Kekerasan Oknum Polisi, Mahasiswa Paser Unjuk Rasa di Mako Polres

Selama masa siaga karhutla, polres paser menerjunkan 100 personel untuk penanggulangan kebakaran. Polisi juga gencar melakukan sosialiasi ke masyarakat sebagai langkah pencegahan.

Penegakan hukum oleh kepolisian menekankan pada ketentuan undang undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Undang undang 39 tahun 2014 tentang perkebunan, serta pasal 187 K-U-H-P. Pelaku pembakar hutan dan lahan dapat diancam hukuman pidana kurungan penjara selama 15 tahun.

Menurut catatan BPBD Paser, dalam kurun Februari hingga September 2019 terjadi 105 kali kebakaran hutan dan lahan. Dari sederet karhutla yang terjadi, 657 hektar hutan dan lahan ludes dilalap api.(bs/btv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here