Scroll to top

Pengendalian Solar Bersubsidi, Balikpapan Terapkan Fuel Card 2.0
User

Pengendalian Solar Bersubsidi, Balikpapan Terapkan Fuel Card 2.0

Balikpapan, Distribusi solar bersubsidi di Kota Balikpapan selama ini dituntut tepat sasaran dan diawasi oleh pihak berwenang. Bahkan sempat terjadi aksi demo sopir angkutan bersama mahasiswa yang meminta pemerintah kota tegas dalam mengawasi peredaran solar bersubsidi ini. 

Sebagai upaya pengendalian distribusi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Pertamina Patra Niaga meluncurkan Fuel Card 2.0, Fuel card ini diharapkan menjadi tools pengendalian distribusi solar agar tepat sasaran.

Manager Retail Sales Regional Kalimantan, Tiara Thesuifi mengungkapkan, fuel card 2.0 ini hasil kerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini Wali Kota Balikpapan. Bahkan di Indonesia, program ini pun baru diberlakukan di Balikpapan.

Baca Lainnya :

"Kami dari Pertamina mengucapkan terimakasih atas dukungan pak wali kota beserta jajaran. Ini adalah embrio yang nantinya akan menyusul kota-kota lainnya," ungkapnya.

Tiara menyampaikan, fuel card ini adalah alat untuk melakukan pengawasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya solar. Ia mengakui, selama ini cukup sulit melakukan pengawasan, atau pengendalian solar. Karena terbatasnya teknologi pada lima tahun ke belakang.

"Dengan berkembangnya teknologi informasi, memudahkan kita untuk melakukan pengendalian dengan cara yang lebih cepat. Saat ini kami menunjuk BRI. Karena saat ini BRI yang mampu melaksanakan. Kami harap setelah ini tidak ada lagi yang kesulitan mencari solar. Keras solar ini akan benar-benar tepat sasaran," ungkapnya. 

Penggunaan sesuai Perpres 191. Meskipun dari kementerian akan sedikit melakukan revisi. Misalnya mobil tambang dan perkebunan nanti akan dikecualikan cari pengguna solar bersubsidi ini. Karena keduanya kebanyakan keuntungan untuk korporasi.

Ia pun juga menyampaikan terima kasih kepada dukungan Polresta Balikpapan yang berhasil mengamankan oknum-oknum yang menyalahgunakan solar bersubsidi. 

Sebagai informasi, terdapat beberapa point yang diperbaharui dan dituangkan dalam Surat Edaran Walikota Balikpapan No. 510.98/0422/EKO tentang Pengaturan Jenis Kendaraan Pengguna Jenis BBM Tertentu (Solar Subsidi) yang berlaku sejak tanggal 25 April 2022.


Yakni pengaturan jenis kendaraan yang diperbolehkan mengisi di masing-masing SPBU. Kemudian pembatasan volume pembelian biosolar untuk beberapa jenis kendaraan menjadi angkutan pribadi maksimal 40 liter; angkutan umum/barang roda empat maksimal 60 liter; dan angkutan roda enam maksimal 120 liter.


Fuel card selanjutnya menjadi alat transaksi dan pengendalian yang wajib digunakan untuk bertransaksi. Pendaftaran ulang/baru dapat melewati website kaltimfuel.com dan mendapat verifikasi dari pemerintah yang berwenang "Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak Pertamina di 135," sebutnya.

Ia juga menjelaskan, perbedaan fuel card lama dengan yang baru yakni, untuk yang lama kartu hanya berisi identitas pemilik mobil dan alat pembayaran. Tetapi belum ada pembatasan sesuai aturan yang ada. "Sehingga di-upgrade, juga sebagai alat pembatasan sesuai aturan," jelasnya.

Sementara, Kabag Perekonomian Setdakot Balikpapan, Neny Winahyu mengungkapkan, program fuel card 2.0 ini adalah program peningkatan dari sebelumnya di tahun 2019. Hingga kini ada sekira 4.000 fuel card yang harus melakukan registrasi ulang menjadi fuel card 2.0.

"Yang mana di fuel car 2.0 ini kami sudah membagi pembelian BBM maksimal tiap kendaraan per harinya. Tujuannya untuk pendataan jenis kendaraan itu sendiri, kedua untuk pengendalian distribusi solar bersubsidi di Kota Balikpapan," tutur Neny.

Perbedaan tiga jenis fuel card 2.0 ini dibagi dalam tiga warna kartu. Pertama warna biru 40 liter, hijau 60 liter dan merah 120 liter. Nantinya registrasi bisa dilakukan di website namun tetap didampingi. 

"Kami rencanakan per 4 Juni ini sudah tidak ada lagi pembelian menggunakan fuel card lama. Alat verifikasinya yakni SIM pengendara, STNK kendaraan dan uji KIR. Selama ada tiga syarat ini maka boleh memperoleh fuel card 2.0 sesuai segmentasinya. Jika belum diperbarui maka harus melakukan pembaruan sebelum memperoleh fuel card ini," jelasnya.

TAGS:

Write a Facebook Comment

Leave a Comments