Scroll to top

SKK Migas Kalsul Gelar Webinar Seni Membangun Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan
User

SKK Migas Kalsul Gelar Webinar Seni Membangun Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan

Blikpapan, btv.co.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) menggelar webinar Forum Koordinasi Kehumasan (FKK) 2021 dengan mengangkat tema Seni Membangun Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan, Rabu (3/11/2021) 

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris dalam sambutannya menyampaikan kondisi di masa pandemi Covid-19 menjadi kesempatan bagi SKK Migas Kalsul dalam menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan di daerah. 

“Aspek pekerjaan juga pengangguran masih ada, terutama di daerah yang tingkat kemiskinannya masih tinggi, mereka adalah stakeholder kami sebagai kesempatan ekonomi. Kita ingin semua membangun komunikasi yang bagus dengan mereka dan menjadi urusan kita semua,” terang Azhari. 

Baca Lainnya :

Kemitraan dengan pemangku kepentingan dinilai menjadi utama karena penting untuk mengetahui siapa saja pemangku kepentingan yang berkaitan dengan tujuan perusahaan. 

Sari Soegondo, Founder and Executive Director ID COMM sebagai narasumber pertama menjelaskan tujuan manajemen pemangku kepentingan diantaranya untuk memperhatikan lebih lekat siapa saja pemangku kepentingan di sekitar perusahaan yang perlu dibina hubungannya dengan komunikasi yang efektif. 

Dengan membangun kemitraan bersama pemangku kepentingan, perusahaan akan mendapat dukungan dalam mencapai tujuan, namun Sari menekankan bahkan pemangku kepentingan bukan hanya dari sisi eksternal perusahaan, namun ada pula pemangku kepentingan internal seperti karyawan, tim kerja hingga profesional pelaksana perusahaan yang perlu diperhatikan juga. 

“Humas bukan orang yang suka menutup-nutupi kenyataan, kerjaannya twisting fakta, itu yang kita pegang  namun demikian transparansi dan cara menyampaikannya bisa diatur, niat baik untuk terbuka ada tehniknya. Sikapi dengan positif, tetap ada negoosisasi dan jalan keluar yang akan diberikan," ucap Sari. 

Nara sumber Webinar kedua, Yanti Triwadiantini, Founder and CEO Partnership ID, menjelaskan kemitraan yang dibangun akan memberikan legitimasi terhadap keberadaan perusahaan, sehingga reputasi yang baik akan terbangun dan meningkatkan harapan pemangku kepentingan mengenai transparansi dan akuntabilitas. Sehingga sumber daya yang ada akan diajak untuk menciptakan manfaat yang lebih besar. 

“Dalam menyikapi konflik dua pemangku kepentingan perlu dipastikan kita memahami apa yang diseterukan, mengalisanya lebih dulu, dan siapa saja yang terlibat. Hal ini untuk memastikan apakah itu konflik antar perusahaan atau individu saja. Perankan hal-hal yang relevan misalnya menginisiasi mengajak dialog, mediasi. Mencoba edukasi hal yang dikedepankan bukan ego sektoral melainkan mencapai tujuan,” jelas Yanti. 

Yanti juga menambahkan bahwa dalam membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan dibutuhkan strategi keberlanjutan yang menjadikan perusahaan sebagai mitra pembangunan dan pencipta kemandirian. (log)


Write a Facebook Comment

Leave a Comments